Latest Post

[Berita]Pemeriksaan Mata 246 Siswa SD di Jaksel, Miopia Tertinggi [Berita]Untirta Trending di Medsos, Apa Penyebabnya?

Dikutip dari The New York Times secara garis besar subvarian BA.5 memiliki gejala sedikit berbeda dengan sebelumnya. Ilustrasi/foto: arsip JPNN.com/Ricardo

creacorridor.com, JAKARTA – Para ahli memeberkan gejala pada Covid-19 teranyar.

Dikutip dari The New York Times secara garis besar subvarian BA.5 tidak banyak berbeda dibandingkan dengan varian Omicron sebelumnya.

Dokter spesialis penyakit menular dari University of California, San Francisco Dr. Peter Chin-Hong mengatakan pasien yang terinfeksi BA.5 biasanya mengalami gejala batuk, pilek, sakit pada tenggorokan (radang), nyeri sendi, sakit kepala dan merasa kelelahan.

Namun, ada satu yang membedakan BA.5 dari varian lain adalah jarang ditemukan pasien BA.5 yang mengalami anosmia atau kehilangan indera perasa dan penciuman.

“Pasien BA.5 juga jarang mengalami sesak napas, gelaja yang paling dirasakan oleh pasien dengan varian Delta atau varian Covid lainnya,” ujar dr. Peter.

Ahli penyakit paru dari Cleveland Clinic Dr. Joseph Khabbaza mengatakan pasien BA.5 cenderung mengalami gejala pada pernapasan bagian atas mulai dari pangkal tenggorokan hingga ujung hidung.

“Banyak pasien dengan BA.5 yang mengalami rasa sakit akibat penyumbatan sinus dan radang tenggorokan yang cukup parah,” kata Khabbaza.

Kepala divisi penyakit infeksi pada anak di Hassenfeld Children’s Hospital di N.Y.U. Langone, Dr. Adam Ratner mengatakan belum ada bukti yang menyatakan bahwa subvarian BA.5 lebih parah daripada varian sebelumnya, Omicron.

Dikutip dari The New York Times secara garis besar subvarian BA.5 memiliki gejala sedikit berbeda dengan sebelumnya

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Sumber