Latest Post

[Berita]Pangeran George Diundang Pesta Ultah Anak Perempuan, Respon Kate & William Tak Terduga [Berita]Warner Bros ‘Ancam’ Ezra Miller Jika Terus Jadi Sumber Masalah

Jakarta

Urutan imunisasi bayi perlu dipahami secara tepat oleh orang tua. Alasannya, imunisasi merupakan salah satu upaya menjaga kesehatan anak dan melindunginya dari berbagai penyakit berbahaya.

Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam situs resminya, imunisasi menjadi cara pencegahan spesifik untuk mencegah penyakit menular pada bayi dan balita. Efektivitas imunisasi pun akan lebih maksimal jika dilakukan secara berurutan dan lengkap.

Satgas Imunisasi IDAI menyebutkan bahwa dalam waktu 4-6 pekan setelah imunisasi akan timbul antibodi spesifik yang efektif mencegah penularan penyakit. Dengan demikian, anak tidak mudah tertular infeksi dan terkena sakit berat.

Saat ini, urutan imunisasi bayi mengikuti rekomendasi IDAI terbaru yang dirilis pada akhir tahun 2020. Bunda sudah tahu belum?

Urutan imunisasi bayi sesuai rekomendasi IDAI

Seperti disebutkan sebelumnya, supaya efektivitas imunisasi dalam menjaga kesehatan anak tetap maksimal, Bunda perlu memastikan urutan imunisasi bayi sudah tepat dan lengkap.

Berikut pembagian imunisasi berdasarkan usia:

1. Bayi baru lahir

Bayi baru lahir (usia kurang dari 24 jam) perlu mendapatkan imunisasi Hepatitis B (HB-1). Pemberian didahului penyuntikan vitamin K minimal 30 menit.

Bayi dengan berat lahir kurang dari 2.000 gram, imunisasi hepatitis B sebaiknya ditunda sampai berumur 1 bulan atau lebih, kecuali ibu HBsAg positif dan bayi bugar berikan imunisasi HB segera setelah lahir tetapi tidak dihitung sebagai dosis primer.

2. Bayi usia 0-1 bulan

Di rentang usia 0-1 bulan, bayi perlu mendapatkan imunisasi Polio 0 dan BCG. Vaksin BCG sebaiknya diberikan segera setelah lahir atau segera mungkin sebelum bayi berumur 1 bulan. 




Ilustrasi bayi diimunisasi/Foto: iStock

3. Bayi usia 2-4 bulan

Urutan imunisasi bayi di rentang usia 2-4 bulan seringkali membuat para bunda bingung. Di usia 2 bulan, imunisasi yang perlu diberikan yakni: DPT-HiB 1, Polio 1, Hepatitis B-2, Rotavirus 1, dan PCV 1.

Nantinya di usia 3 bulan imunisasi yang perlu diberikan yakni: DPT-HiB 2, Polio 2, dan Hepatitis B-3. Lalu untuk bayi usia 4 bulan diberikan imunisasi yakni: DPT-HiB 3, Polio 3 (IPV atau polio suntik), Hepatitis B-4, dan Rotavirus 2. 

4. Bayi usia 6 bulan

Memasuki usia 6 bulan, bayi perlu diberikan imunisasi PCV 3, Rotavirus 3 (pentavalen), dan Influenza 1.

Vaksin rotavirus pentavalen diberikan 3 kali, dosis pertama 6-12 minggu, dosis kedua dan ketiga dengan interval 4 sampai 10 minggu, harus selesai pada umur 32 minggu.

Sementara itu, vaksin influenza diberikan mulai umur 6 bulan, diulang setiap tahun. Pada umur 6 bulan sampai 8 tahun imunisasi pertama 2 dosis dengan interval minimal 4 minggu. Umur lebih dari 9 tahun, imunisasi pertama 1 dosis.

Bagaimana jadwal urutan imunisasi bayi usia di atas 6 bulan? Ketahui di halaman selanjutnya, Bunda.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen.

Simak juga video cara mengobati bintitan pada anak berikut ini:

[Gambas:Video Haibunda]


Sumber