Latest Post

[Berita]Komnas HAM Periksa 5 DVR, 1 Ponsel, dan 2 Senjata Api dari Kepolisian Terkait Tewasnya Brigadir J [Berita]Rumahnya Digerebek, Donald Trump Manfaatkan ‘Serangan FBI’ untuk Galang Donasi Pilpres 2024

Kadinkes Kota Depok Mary Liziawati. Foto : Lutviatul Fauziah/JPNN.com.

jabar.creacorridor.com, DEPOK – Sebanyak 1.287 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tercatat sejak Januari hingga Juni 2022 terjadi di Kota Depok.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Mary Liziawati mengatakan, jumlah penderita DBD di wilayahnya fluktuatif setiap bulannya.

Tercatat, pada bulan Januari menjadi yang terbanyak jumlah penderita DBD di Kota Depok

“Dari jumlah tersebut, terdiri dari 397 kasus pada Januari, 161 kasus di Februari, 167 kasus di bulan Maret, 161 kasus di bulan April, 224 kasus di bulan Mei, 177 kasus di bulan Juni,” ucap Mary saat dihubungi JPNN.com, Sabtu (6/8).

Selain itu, Mary mengatakan, sejak Januari hingga Juni 2022 ada 10 orang warga Depok yang meninggal dunia akibat kasus DBD.

“Pasien yang meninggal akibat DBD ada 10 jiwa,” ujarnya.

Dari jumlah kematian tersebut, Kata Mary, ada tiga jiwa di bulan Januari, satu jiwa di bulan Februari, satu jiwa di bulan Maret, tiga jiwa dibulan Mei, dan dua jiwa di bulan Juni.

Oleh karena itu, Mary mengimbau masyarakat agar terus melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). (mcr19/jpnn)

Kepala Dinas Kesehatan Mary Lizuawati sebut sejak Januari hingga Juni 2022 terdapat 1.287 kasus DBD dan 10 orang meninggal dunia akibat DBD.

Sumber