Latest Post

[Berita]Polres Jaksel Terima Laporan Persatuan Dukun Indonesia Terhadap Pesulap Merah [Berita]Gaya Kaca Mata Protagonis ala Brad Pitt

Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Foto: Ricardo/JPNN.com/creacorridor.com

creacorridor.com – Dunia saat ini dalam kondisi yang sangat menyedihkan karena pertumbuhan ekonomi melemah, sedangkan inflasi meningkat sehingga membuat harga sejumlah komoditas naik.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo saat membuka Silaturahmi Nasional Persatuan Purnawirawan TNI AD (PPAD) Tahun 2022 di Sentul, Jawa Barat, Jumat (5/8/2022).

“Pertumbuhan ekonomi turun tapi inflasi naik, harga-harga barang semua naik. Ini kondisi yang sangat boleh saya sampaikan dunia pada kondisi yang mengerikan,” katanya.

BACA JUGA:  Soal CCTV Ferdy Sambo, Komnas HAM Ancam Laporkan Polri ke Jokowi

Jokowi menjelaskan bahwa IMF dan Bank Dunia mencatat akan ada 66 negara yang ambruk ekonominya akibat dampak perang dan krisis pangan.

Dari 66 negara tersebut, Jokowi menyampaikan bahwa sembilan negara secara bertahap telah berada dalam kondisi perekonomian yang sulit, kemudian disusul 25 negara, dan 42 negara.

BACA JUGA:  Soal Kasus Kematian Brigadir J, Komnas HAM Sebut Presiden Jokowi

Jokowi menekankan saat ini ada 320 juta orang di dunia yang menderita kelaparan akut dan sebagian besar kelaparan karena perekonomian tidak hanya turun, tetapi juga anjlok.

Negara-negara seperti Singapura, kawasan Eropa, Australia hingga Amerika Serikat, tidak terhindarkan mengalami pelemahan pertumbuhan ekonomi.

BACA JUGA:  Soal Gencatan Senjata Rusia-Ukraina, Kecerdasan Jokowi Disebut

Apalagi, tingginya harga minyak dunia juga menyumbang tingginya inflasi yang merembet pada harga komoditas pangan dan lainnya.

Sumber