Latest Post

[Berita]Potret Mesra Prilly Latuconsina dan Henry Lau Bikin Heboh, Netizen: Mau Dong Foto Bersandar Begitu! [Berita]Daftar Mobil Listrik yang Bisa Dibeli Langsung di GIIAS 2022, Harganya Rp 200 Juta – Rp 1,4 Miliar

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Namira Yunia Lestanti

creacorridor.com, MOSKOW – Melalui dekrit barunya, Presiden Rusia Vladimir Putin melarang investor dari negara tidak bersahabat untuk menjual sahamnya yang telah terikat dalam perjanjian bagi hasil (PSA) dengan Moskow, Jumat (7/8/2022).

Dengan rilisnya aturan ini, investor asing yang memiliki saham bank, entitas strategis yang memproduksi energi termasuk proyek minyak dan gas Sakhalin-1, dilarang menarik diri atau menjual asetnya pada investor lain.

Aturan ini dirilis Putin setelah perusahaan minyak Rosneft mengalami penurunan produksi akibat tindakan produsen migas AS Exxon Mobil yang menjual 30 persen sahamnya yang ada di kilang minyak Sakhalin-1.

Baca juga: Ajak RI Dukung Pembatasan Harga Minyak Rusia, Pejabat Keuangan AS Kunjungi Indonesia Pekan Depan

Meski hingga kini Exxon Mobil masih enggan memberikan komentarnya terkait penjualan saham Sakhalin-1, namun menurut Reuters aksi jual tersebut dilakukan Exxon untuk mendukung sanksi yang telah dilayangkan Washington.

Selain Exxon, perusahaan gas Belanda Royal Dutch Shell serta rumah dagang Jepang Mitsui & Co dan Mitsubishi Corp belakangan juga mulai menarik diri dari proyek Sakhalin-1.

Langkah serupa juga diikuti UniCredit Italia dan dan Raiffeisen, menyusul raksasa Societe Generale dan HSBC yang telah lebih dulu keluar dari proyek migas Rusia.

Baca juga: Ilmuwan Rudal Hipersonik Rusia Ditangkap karena Diduga Berkhianat

Menurut Putin mundurnya sejumlah perusahaan migas dunia dari proyek minyak Rusia dapat meningkatkan ketegangan dan perselisihan negaranya dengan Barat. Meski produksi minyak tengah menyusut, namun Rusia mencatat pendapatannya dari penjualan migas saat ini tengah mengalami lonjakan pesat, akibat pemberian diskon pada ekspor minyak dan gasnya.

Akan tetapi mengantisipasi penyusutan produksi lebih lanjut, Putin akhirnya merilis larangan tersebut, dengan aturan itu nantinya semua aset dan saham para investor bisnis Barat yang meninggalkan perjanjian PSA Rusia akan resmi disita oleh Putin.

Sumber