Latest Post

[Berita]BHS Minta Pemerintah Jadikan Pasar Blauran Wisata Heritage [Berita]Bripka Ricky dan KM Jadi Tersangka karena Tak Lapor Rencana Pembunuhan Brigadir J

GUBERNUR DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa waktu lalu mengubah 31 RSUD dengan penamaan Rumah Sehat Untuk Jakarta. 

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta berharap perubahan nama tersebut dapat mengubah cara pandang masyarakat terhadap fasilitas kesehatan (faskes).

Baca juga: JAKI Apresiasi Kapolri Mutasi 25 Anggotanya Termasuk Pati

“Rumah Sehat untuk Jakarta itu hadir untuk menunjukkan bahwa upaya preventif promotif itu bisa dilakukan oleh semua fasilitas kesehatan,” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta Dwi Oktavia saat dikonfirmasi, Jumat (5/8).

Menurutnya, selama ini publik telah mengenal Rumah Sakit sebagai tempat untuk menyembuhkan penyakit. 

Adapun fasilitas kesehatan yang melayani orang sehat berada di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas).

Ia mengatakan, kedua fasilitas umum tersbeut memiliki fungsi yang sama dalam hal mencegah penyakit. 

“Kalau puskesmas kan sudah pusat kesehatan masyarakat, upaya orang untuk sehat. Rumah sakit ini kan image-nya sakit, sakit untuk sembuh, tetapi kan melalui jalur sakit dulu untuk sembuh,” ujarnya.

Kendati demikian, Dwi memastikan peran puskesmas tak akan hilang dengan perubahan nama RSUD menjadi rumah sehat untuk Jakarta. 

Ia memandang puskesmas tetap memiliki peran melakukan pencegahan secara primer, sekunder, dan tersier.

“Preventif itu artinya pencegahan itu ada level 1. Mencegah seseorang itu sebelum terpapar dengan penyakitnya. Contohnya, pencegahan tingkat 1 itu misalnya dengan imunisasi. Itu selain pencegahan sifatnya spesifik dan dia juga mencegah sebelum orang terpapar, misalnya bertemu dengan si virus atau bakterinya dengan imunisasi,” jelasnya.

Dengan adanya istilah Rumah Sehat Untuk Jakarta ini ia berharap Masyakarat bisa dibangun kesadaran dalam menjaga kesehatan.

“Yang 31 Rumah Sehat untuk Jakarta itu akan tetap demikian selama ini. Jadi penyebutan lengkapnya, contohnya Rumah Sehat untuk Jakarta RSUD Tarakan dan lain-lain,” pungkasnya. (OL-6)


Sumber