Latest Post

[Berita]Berita Liga Italia – Jadwal Klasemen, Hasil dan Berita terbaru Liga Italia [Berita]”Lagi Sibuk”, AKP Rita Yuliana Janji Bongkar Hubungan dengan Irjen Ferdy Sambo Usai Isu Jadi Simpanan Mencuat: Pasti!

Jakarta, creacorridor.com

Jejak misterius di dataran garam di gurun Utah, Amerika Serikat berhasil ditemukan oleh para arkeolog.

Penemuan jejak purba yang ditemukan itu diberi nama ‘jejak hantu’ karena prosesnya yang terlihat secara nyata.

Jejak tersebut terlihat jelas setelah hujan dan kembali menghilang saat matahari bersinar terang.


Penemuan ‘jejak hantu’ itu tanpa sengaja ditemukan awal Juli kemarin saat para arkeolog pergi menuju situs arkeologi di Hill Air Force Base di Great Salt Lake Desert Utah.

Melansir Science Alert, awalnya tim peneliti hanya menemukan beberapa jejak dengan menggunakan ground-penetrating radar (GPR).

Peneliti menemukan sedikitnya 88 ‘jejak hantu’ mulai dari orang dewasa hingga anak-anak berusia sekitar lima tahun.

Menurut para peneliti, jejak itu ditinggalkan oleh manusia yang bertelanjang kaki berusia 10 ribu tahun.

Sementara itu, dikutip dari CNN Indonesia dugaan lain muncul bahwa jejak tersebut bisa saja berasal dari 12 ribu tahun yang lalu selama rentang terakhir Zaman Es di era Pleistosen (2,6 juta hingga 11.700 tahun yang lalu).

Penemuan jejak tersebut hingga saat ini belum dipublikasikan melalui jurnal karena masih menganalisa lebih lanjut.

Diketahui bahwa gurun Green Salt Lake tempat ditemukannya jejak hantu itu dulunya dipenuhi air asin dan dikenal sebagai danau air asin terbesar di Bumi wilayah Barat.

Danau tersebut perlahan mengering karena perubahan iklim Bumi yang dipicu dengan berakhirnya Zaman Es.

“Orang-orang seperti berjalan di air yang cetek dengan pasir. Namun, di bawah pasir itu ada lapisan lumpur yang menjaga jejak-jejak purba tersebut hingga bisa ditemukan,” kata Daron Duke, arkeolog dari Far Western Anthropological Research Group, sebuah perusahaan swasta yang memiliki spesialisasi dalam manajemen sumber kebudayaan.

(dis/dis)


Terima Kasih:




Sumber