Latest Post

[Berita]Persik Kediri Incar Kemenangan Perdana di Liga 1 2022/2023 [Berita]Melindungi Dunia Pendidikan dari Paham dan Gerakan Kekerasan

loading…

Menparekraf Sandiaga Uno mengikuti gowes PHRI Bike Tour seri ke-3 di Kota Bogor.Foto/MPI/Putra Ramadhani Astyawan

JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengikuti gowes PHRI Bike Tour seri ke-3 di Kota Bogor. Gowes bareng yang menempuh jarak 31 kilometer ini juga bagian dari rangkaian menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-77 bersama Festival Merah Putih.

“Hari ini kita merayakan di Tugu Kujang ini suatu kebersamaan dengan Kang Wali dan masyarakat pariwisata dan ekonomi kreatif yang hari ini dimotori PHRI. Gowes merah putih, di hari merah putih, di hari ulang tahun ke-77 dengan tagline bangkit lebih cepat dan lebih kuat,” ungkap Sandi pada Sabtu (6/8/2022).

Sandi mengatakan, Indonesia tengah merayakan pertumbuhan ekonomi 5,44 persen. Tetapi, pertumbuhan itu juga tetap dibarengi dengan kewaspadaan pada situasi ke depannya.

“Kita merayakan pertumbuhan ekonomi 5,44 persen dan ini saya diinstruksikan oleh Presiden untuk menyampaikan kepada masyarakat bahwa kita bersyukur tapi harus waspada karena ke depan akan banyak ketidakpastian. Tapi, yang dapat kami pastikan bahwa pariwisata tumbuh hampir 10 persen atau 9,76 persen. Kota Bogor ini ikon wisata yang menjadi konsep urban tourism tadi kita lihat China Town yang akan menjadi showcase dan tentunya daya tarik tersendiri Kebun Raya Bogor,” katanya.

Tak hanya itu, banyaknya situs bersejarah peninggalan kolonial Belanda juga dapat menjadi wisata sejarah yang berkelanjutan. Sandi pun meminta Pemkot Bogor untuk mengembangkannya.

“Walaupun kita sekarang di zaman milenial tentunya masih banyak wisata kolonial, dan wisata sejarah. Nah ini kita bangkitkan dalam konsep tourism working group yang dibahas di G20 dalam konsep pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” tuturnya.

Menurut Sandi, wisata sejarah bisa berkualitas karena long of staynya lebih lama. Baca: Begini Detik-Detik Sandiaga Uno Disemprot Emak-Emak di Aceh!

“Biasanya kan kalau lokal 2-3 hari ini bisa 4-5 hari. Wisata bersejarah ini berkelanjutan karena melestarikan lingkungan. Saya akan berkoordinasi dengan Pemkot Bogor terutama Pak Wali kita ingin supaya potensi ini bisa dikembangkan dengan kerja sama multilateral dengan melibatkan pemerintah Belanda, UNESCO dan tadi saya menyampaikan Bogor mulai bisa menyiapkan. Mungkin tadi Pak Wali sebagai Ketua APEKSI membuat Kota Bogor menjadi kreatif smart city dan salah satu ikonnya wisata sejarah,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Bogor Bima Arya mengatakan, kegiatan ini sebagai wisata nasionalis. Di mana, ada berbagai rangkaian kegiatan selama satu bulan penuh memperingatu HUT RI ke-77.

“Ini satu-satunya di Indonesia satu bulan penuh mengibarkan Merah Putih dan berbagai macam kegiatan saya laporkan ke Pak Menteri. Jadi bukan hanya penguatan nasionalisme, tapi juga untuk wisata untuk lokal kita. Jadi ini wisata nasionalis ya kira-kira seperti itu. Jadi terima kasih Mas Menteri meluangkan waktunya,” ucap Bima.

Bima menargetkan ke depan Kota Bogor tidak hanya ekonomi recovery tetapi terlahir kembali. Salah satunya yang sedang dikembangkan yakni kampung wisata dan kampung tematik.

“Tadi saya cerita sedikit tentang Mulyaharja, Ciharashas bagaimana dari dampak pandemi yang besar, banyak pengangguran sekarang warga di sana jadi tour guide, ibu-ibu ya buka katering dan lain-lain. Jadi Mas Menteri janji akan mengunjungi Ciharashas ketika panen nanti,” ujar Bima.

(hab)

Sumber