Latest Post

[Berita]Komnas HAM Periksa 5 DVR, 1 Ponsel, dan 2 Senjata Api dari Kepolisian Terkait Tewasnya Brigadir J [Berita]Rumahnya Digerebek, Donald Trump Manfaatkan ‘Serangan FBI’ untuk Galang Donasi Pilpres 2024

Puluhan WNI korban penyekapan oleh perusahaan. Foto: ANTARA

creacorridor.com – Kasus penipuan kerja di luar negeri dengan iming-iming gaji fantastis makin ramai disorot menyusul banyaknya korban dari kalangan WNI.

Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha menekankan, WNI wajib mewaspadai tawaran kerja ke luar negeri, terutama yang berasal dari media daring.

“Berhati-hati ketika mendapat info lowongan kerja di luar negeri yang tidak meminta kualifikasi tinggi dan tidak menggunakan visa kunjungan kerja, melainkan visa wisata, apalagi kredibilitas perusahaannya meragukan,” ungkap Judha dalam konferensi pers daring, Jumat (5/8).

BACA JUGA:  Terungkap! Kepolisian Kamboja Bantu Bebaskan 55 WNI yang Disekap

Menurutnya, modus yang dilakukan para perekrut adalah memberikan tawaran pekerjaan ke luar negeri melalui sosial media, dengan iming-iming gaji fantastis.

Apalagi, selama 2 tahun terakhir banyak WNI yang mengalami penipuan berbasis daring (online scam) di Kamboja.

BACA JUGA:  Menlu Retno: 55 WNI yang Disekap di Kamboja Sudah Diselamatkan

Sebagai langkah pencegahan, Kemlu terus memantau berbagai akun sosial media yang menawarkan lowongan kerja diduga online scam serta bekerja sama dengan Polri dan Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Kami telah membahas dengan Polri dan menyampaikan ke Kominfo agar akun-akun tersebut di-take down, sehingga kami bisa melakukan langkah-langkah penegakan hukum,” tutur Judha.

BACA JUGA:  Soal 60 WNI Disekap di Kamboja, Anggota DPR RI Tegas

“Namun, tentunya kesadaran masyarakat menjadi hal yang utama,” imbuhnya.

Sumber