Latest Post

[Berita]Chicarito Rela Perkuat Manchester United Tanpa Bayaran [Berita]Indahnya Telaga Sarangan di Kaki Gunung Lawu, Ternyata Ada Kisah Kutukan Menyeramkan

KEBUTUHAN sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di segala bidang dan profesi menjadi kebutuhan utama dalam era disrupsi. Apalagi perubahan besar dan mendasar yang tengah terjadi hampir di setiap bidang kehidupan.

Kini, cara manusia hidup dan menikmati kehidupan sama sekali berbeda dengan era-era sebelumnya. Perubahan itu memberi peluang sekaligus tantangan kepada seluruh SDM khususnya angkatan kerja muda Indonesia. 

Perubahan di era ini tidak terjadi secara bertahap seperti orang meniti tangga, namun perubahan ini lebih menyerupai ledakan gunung berapi yang meluluhlantakkan ekosistem lama dan menggantinya dengan ekosistem baru yang sama sekali berbeda.

Keadaan ini membutuhkan SDM yang selain harus memiliki kompetensi kerja yakni kemampuan kerja setiap individu yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang sesuai dengan standar yang ditetapkan juga dituntut untuk lebih kreatif dan adaptif akan perubahan yang terjadi.

Baca juga: Logistik Nasional Butuh Asesor Mumpuni

Keberadaan profesi asesor profesional sebagai pelaksana benchmark kompetensi seseorang terhadap standar yang telah ditetapkan, menjadi penting dalam menjawab peluang sekaligus tantangan di era disrupsi ini.

Seorang asesor profesional berada dalam ujung mata rantai proses pendidikan baik formal maupun non formal guna mengukur sejauh mana capaian kompetensi seseorang baik pasca-program pendidikan, pelatihan maupun proses belajar mandiri (otodidak).

Keberadaan pelatihan mandiri, boot camp online serta Balai Latihan Kerja (BLK) menjadi solusi cepat dan tepat dalam rangka mempersiapkan angkatan kerja muda yang kompeten sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. 

Guna menghimpun seluruh asesor profesional yang diakui dan terpercaya serta untuk menjamin kompetensi asesor secara Nasional dan Internasional khususnya di wilayah DKI Jakarta, Dewan Pengurus Nasional (DPN) Ikatan Asesor Profesional Indonesia (IASPRO) melantik Dewan Pengurus Wilayah (DPW) IASPRO Provinsi DKI Jakarta Periode 2022-2027.

Pembentukan DPW IASPRO Provinsi DKI Jakarta ini diharapkan dapat mengemban misi menegakkan standar mutu asesor sesuai peraturan perundangan yang berlaku, memelihara profesionalisme para anggota melalui berbagai pelatihan dan pengalihan pengetahuan, serta berperan aktif dalam menjamin mutu kompetensi SDM di pasar kerja nasional dan internasional.

Pelantikan dilaksanakan di Aula  Perkumpulan Sekolah Mengemudi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSMKBI)  Ciracas, Jakarta Timur, Sabtu (6/8) dengan dihadiri  Wakil Ketua Umum DPN IASPRO Ir. H. Wahyu Adiartono, MBA. PhD,.

Selain itu,  juga melantik dan mengesahkan susunan pengurus DPW IASPRO Provinsi DKI Jakarta yang diketuai Dr. Ir. Djajadi Surahman, Wakil Ketua I Dr. Ir. Agus Hariyadi, MM, Wakil Ketua II Dr. Yasin Efendi, S.Kom, M.Kom sekretaris Dr. Trinugi Wira harjanti, ST. M.Kom dan Susana Dwi Yulianti, S.Kom, M.Kom. 

Dalam amanahnya Wahyu Adiartono mengharapkan pengurus DPW IASPRO Provinsi DKI Jakarta dapat langsung mengambil peran aktif dalam menghimpun seluruh Asesor Profesional di wilayah DKI Jakarta baik yang tergabung di LSP P1, P2 maupun P3. 

‘Kami mengamanatkan agar DPW memperbanyak kegiatan dalam rangka meningkatkan kompetensi anggota sehingga diharapkan kualitas asesor profesional di wilayah DKI Jakarta dapat terjaga dan mengalami peningkatan di masa yang akan datang,” kata Wahyu dalam keterangan pers, Sabtu (6/8).

Lebih lanjut Wahyu berharap, karena  DKI Jakarta merupakan barometer, sehingga akan menjadi  acuan bagi DPW lainnya. 

“Jumlah asesor yang berdomisili di Jakarta sudah mencapai 1.900 lebih. Akan menjadi momen yang baik jika DPW yang lain yang belum membentuk kepengurusan, merasa sadar bahwa organisasi asesor ini merupakan organisasi penting,” katanya.

“Karena fungsi asesor itu sendiri menjadi ujung tombak lembaga sertifikasi profesi yang bertugas untuk memastikan kompetensi sesuai program pemerintah yang telah dicanangkan,” imbuh Wahyu.

“Karena tanpa adanya asesor, maka uji kompetensi tidak akan mungkin berjalan. Untuk itu kami di DPN sangat berharap, adanya bantuan dari wilayah sehingga apa yang menjadi visi misi IASPRO  akan terwujud.” pungkas Wahyu . (RO/OL-09)


Sumber