Latest Post

[Berita]Daftar Mobil Listrik yang Bisa Dibeli Langsung di GIIAS 2022, Harganya Rp 200 Juta – Rp 1,4 Miliar [Berita]Toyota Hadirkan Sports Car All New GR86 dan 5 Model GR Sport Baru di GIIAS 2022

Malang (creacorridor.com) – Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Malang (BEM Unisma) bersama komunitas Ngalam Peace Leader melakukan penyuluhan tentang pencegahan kekerasan seksual. Agenda preventif yang berlangsung di SMA Negeri 1 Dampit, Kabupaten Malang itu menyasar 400 murif.

Ketua pelaksana kegiatan, Hilmiatul Luthfia, menjelaskan acara ini merupakan program kerja dari kementerian pemberdayaan perempuan BEM Unisma. “Kami bekerjasama dengan komunitas Ngalam Peace Leader untuk memberi edukasi tentang tindak kekerasan seksual pada remaja, khususnya siswa-siswi di SMA Negeri 1 Dampit,” papar Hilmiatul, Kamis (4/8/2022).

Achmad Najib Ad Daroin, presiden mahasiswa BEM Unisma berharap dengan penyuluhan tersebut dapat mencegah kemungkinan terjadi kekerasan seksual di lingkuangan remaja. “Kami mewakili BEM Unisma berharap dengan adanya acara ini bisa memberi informasi, edukasi, motivasi dan meningkatkan pengetahuan remaja untuk mencegah terjadi kekerasan seksual,” Papar Najib dalam sambutan.

Najib berpandangan, Generasi muda merupakan harapan bangsa. Oleh sebab itu, pihaknya berharap remaja dapat mengoptimalkan potensinya. “Generasi penerus bangsa dapat membangun potensi dan mengoptimalkannya sebagai agent of change, agent of deveploment, serta agent of modermization,” Imbuhnya.

Penyerahan cinderamata dari BEM Unisma kepada pihak sekolah

Dari pihak sekolah, Idul Manafa Damai,S.Pd. mengapresiasi penyuluhan untuk mencegah kekerasan seksual pada remaja itu. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BEM Unisma dan Komunitas Ngalam Peace Leader yang telah berkenan hadir memberikan edukasi tentang bahaya dan dampak kekerasan seksual pada remaja, khususnya siswa siswi kami di SMA 1 Dampit,” terang Idul Manafa yang mewakili kepala sekolah.

Penyuluhan tersebut menghadirkan dua pemateri. Materi pertama tentang pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di dunia pendidikan, disampaikan oleh akademisi FH Unisma Dr. Fitria Dewi Nvisa, MH. Dia menyamapikan fakta dari dampak yang terjadi akibat kekerasan seksual. Pemateri kedua oleh Co Komunitas Ngalam Peace Leader yaitu Etika Nurmaya, S.Pd. Materi ini membeberkan informasi tentang upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual pada remaja. [dan/suf]

Sumber