Latest Post

[Berita]Download Kinemaster Pro Tanpa Watermark Apk Android Tanpa Root [Berita]BHS Minta Pemerintah Jadikan Pasar Blauran Wisata Heritage

JAKARTA, creacorridor.com – Memperingati Pekan ASI Sedunia, masyarakat khususnya para ibu diajak untuk semakin tanggap akan pentingnya ASI bagi si kecil. Mirisnya saat ini banyak yang tidak mengetahui, bagaimana cara mengetahui ASI yang sudah basi atau tidak layak dikonsumsi.

Salah satu cara terbaik para ibu selama masa menyusui adalah menyimpan ASI di dalam Kulkas. Menurut dr Ray bahwa ibu juga perlu mencicipi ASI yang telah disimpan dalam kulkas, sebelum diberikan kepada anak. Salah satu tanda bayi basi ialah rasanya yang asam. Hal tersebut terjadi karena kandungan laktosa dan protein, dll telah rusak di dalam ASI.

“Ketahuan rusaknya dari mana? Biasanya dari aroma, aroma yang sudah tidak enak. Nah kalau dipaksakan bisa sebabkan diare, aroma nasinya pasti tercium kok, Kemudian rasanya sudah asam ada baiknya dicicipi,” ujar dr Ray Wagiu Basrowi, MKK Founder and Chairman Health Collaborative Center, dalam Webinar Hasil Penelitian Terbaru Tentang Ibu Menyusui, Sabtu (6/8/2022)

Berikut rinciannya cara mengetahui ASI basi di dalam Kulkas, antara lain:

  1. Aroma khas basi atau tidak enak
  2. Rasanya asam bila dicicipi
  3. Tekstur susu terpisah atau tidak menyatu saat diaduk

“Kemudian ingat jika ingin dikeluarkan dari lemari es itu harus diaduk dulu kan. Jika susu tidak tercampur itu sudah tidak baik, karena sudah ada komponen yang rusak, terutama komponen protein dan karbohidrat dan laktosa dll,” tuturnya.

Sekedar informasi, dalam kesempatan yang sama dr Ray mengatakan bahwa 90 persen ibu merasa bahagia, jika suami mendukung. Rasa bahagia bagi ibu menyusui menjadi hal yang penting, sebab bisa memberikan ASI lebih baik kepada sang anak. Dimana suami jadi aktor utama, juga peran tenaga kesehatan sampai ibu mertua ikut dalam memberikan kebahagiaan pada ibu dimasa menyusui.

“Kalau saya mendapatkan kebahagiaan saat menyusui, bilang bahwa dapat dukungan dari suami sebanyak 90 persen. Jadi suami adalah aktor pertama yang mendukung menyusui, dan ibunya sendiri dan juga tenaga kesehatan, sampai ibu mertua,” ujar dr Ray

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra

Sumber