Latest Post

[Berita]Anggap Dolar AS ‘Mata Uang Beracun’, Rusia dan Turki Lakukan Transaksi Pembayaran Gas Dengan Rubel [Berita]STBA LIA Jakarta Bantu Fasilitasi Warga Pancoran agar Peduli Lingkungan

loading…

Polsek Cikupa meringkus dua pelaku pecah kaca mobil di SPBU Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang. Foto/Ilustrasi/Dok SINDOnews

TANGERANG – Unit Reserse Kriminal Polsek Cikupa meringkus dua pelaku pencurian dengan modus pecah kaca mobil yang terjadi di SPBU Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Raden Romdhon menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (28/7/2022) silam dengan korban pemilik mobil berinisial M dan pelaku berinisial AS dan FV.

Peristiwa itu bermula saat korban yang merupakan seorang sopir yang di mana pada saat itu tengah mengendarai mobil L300 yang tengah mengisi bahan bakar. Baca juga: Spesialis Pecah Kaca Mobil Ditangkap, Dua Ditembak

”Korban sekaligus hendak mengisi e-toll di area SPBU tersebut dan saat itulah pelaku melakukan aksinya mengambil tas berisi uang tunai sebesar Rp2 juta,” kata Romdhon, Jumat (5/8/2022).

Pelaku juga mengambil telepon seluler dan kartu identitas korban dengan total kerugian korban mencapai Rp7 juta. Kedua pelaku ini menjalankan aksinya dengan memecahkan kaca mobil korban. Kemudian korban melaporkan kejadian yang dia alami ke Polsek Cikupa.

Setelah melakukan penyelidikan, polisi berhasil meringkus kedua pelaku. Diketahui AS berhasil diamankan di kawasan Cimone, Kota Tangerang. Sedangkan FV di hari yang sama berhasil diamankan di daerah Curug, Kabupaten Tangerang.

Hasil penyelidikan polisi menemukan bahwa kedua pelaku merupakan residivis untuk kasus serupa. Bahkan, salah satu pelaku berinisial FV sudah melakukan aksi pencurian sebanyak 5 kali. Baca juga: Priok Memanas, Kelompok Pecah Kaca Gentayangan di Jakut

Dari kejadian tersebut polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa kunci letter T yang sudah dimodifikasi, perkakas senjata tajam, dan juga kartu identitas korban yang berada di tangan tersangka. Pelaku dijerat dengan Pasal 363 KHUP ancaman penjara 7 tahun.

(ams)

Sumber