Latest Post

[Berita]Basarnas Bakal Gunakan Aquaeye untuk Pencarian Orang Tenggelam [Berita]Egy dan Witan Bertahan di Eropa, Sang Legenda: Keputusan Tepat!

SILVERSTONE, creacorridor.com – Pembalap Tim Aprilia Racing, Aleix Espargaro menilai hukuman Long Lap Penalty yang didapatkan Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) pada MotoGP Inggris 2022 sangat tidak adil. Rider asal Spanyol tersebut membela El Diablo -julukan Fabio Quartararo.

Sebagaimana diketahui, MotoGP 2022 kini memasuki putaran ke-12. Di mana, awal paruh kedua musim ini akan tersaji pada MotoGP Inggris 2022 yang berlangsung di Sirkuit Silverstone, 7 Agustus 2022 malam WIB. Sebelumnya, Quartararo harus mendapat hukuman Long Lap Penalty jelang MotoGP Inggris 2022.

Hal tersebut diawali saat El Diablo secara tidak sengaja harus menyenggol motor rivalnya, Aleix Espargaro di awal balapan MotoGP Belanda 2022 lalu. Insiden itu yang menjadikan Quartararo dihukum pada balapan MotoGP Inggris 2022. Kendati begitu, keputusan tersebut membuat banyak pembalap heran dengan hukuman yang diberikan kepada El Diablo, salah satunya Aleix Espargaro.

Menurut Aleix Espargaro, Quartararo tidak seharusnya mendapatkan hukuman long lap penalty. Sebab, El Diablo sendiri tak sengaja. Di sisi lain, justru kedapatan rider lain yang melakukan pelanggaran melebihi yang diklakukan Quartararo, namun mereka tak dihukum. Oleh karena itu, rider andalan Aprilia itu menganggap hukuman yang diterima Quartararo tidaklah adil.

Dia pun masih heran atas dasar apa El Diablo harus dijatuhi hukuman.

“Saya setuju dengan Fabio bahwa dia tidak mengerti hukuman yang diterimanya. Ada beberapa contoh di mana pembalap secara signifikan lebih agresif (melakukan pelanggaran) daripada Fabio dalam kasus ini, tetapi mereka tidak dihukum,” kata Aleix Espargaro, dilansir dari Speed Week, Jumat (5/8/2022).

“Semua pembalap di Safety Commission berusaha memahami kriteria yang menjadi dasar hukuman yang diberikan. Jika Anda mendistribusikan hukuman suatu hari dan kemudian tidak pada hari berikutnya, sulit untuk dipahami,” tutur bintang Aprilia yang tinggal di Andorra itu.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra

Sumber