Latest Post

[Berita]Akhir Manis Kegigihan Ibu dan Anak [Berita]Polisi Gerebek Toko Miras Berkedok Bengkel Motor di Makassar

creacorridor.com Tersangka penembakan massal di parade Kemerdekaan AS pada 4 Juli, telah dituntut dengan tujuh dakwaan pembunuhan tingkat pertama. 

Jaksa Lake County Eric Rinehart mengumumkan hal itu selama konferensi pers pada Selasa (5/6) malam, sehari setelah penembakan terjadi di Highland Park, Illinois. Sedikitnya tujuh orang telah dikonfirmasi tewas dalam insiden itu, dengan lebih dari dua lusin mengalami luka-luka. 

Pelaku, kemudian diidentifikasi sebagai pemuda berusia 21 tahun bernama Robert E.Crimo III. Menurut Rinehart, jika Crimo dinyatakan bersalah, maka dakwaan-dakwaan tersebut akan mengantarkannya ke dalam hukuman seumur hidup, tanpa kemungkinan pembebasan bersyarat 

baca juga:

Diperkirakan lebih banyak dakwaan lain akan menyusul, termasuk percobaan pembunuhan hingga penyalahgunaan senjata api.

 Aparat penegak hukum mengumpulkan data dan bukti di sepanjang Central Avenue pada hari Selasa (5/7)-Stacey Wescott/Chicago Tribune/The Associated Press 

“Ini baru yang pertama dari banyak dakwaan yang akan diajukan terhadap Crimo, saya ingin menekankan itu,” kata Rinehart, seperti dikutip dari CNN.

Crimo sendiri ditangkap pada Senin malam. Sejak itu, ia ditahan oleh kepolisian setempat.

“Besok pagi di gedung pengadilan Lake County, kami akan meminta hakim untuk menahan Crimo tanpa kemungkinan jaminan,” lanjut Rinehart.

Fokus penyelidikan selama 36 jam terakhir adalah pada penembak, tetapi sekarang telah bergeser ke para korban, yang kemudiam dirilis oleh kepolisian. Para korban adalah Katherine Goldstein (64); Irina McCarthy (35); Kevin McCarthy (37); Jacquelyn Sundheim (67); Stephen Straus (88); Nicolas Toledo-Zaragoza (78). Sementara, korban ketujuh meninggal di sebuah rumah sakit di luar Lake County. 

Perilisan nama-nama korban dilakukan setelah penyelidik mengungkapkan tersangka pelaku, yang mungkin telah merencanakan serangannya ‘selama beberapa minggu’. Pelaku pun diduga telah menyamar, memakai pakaian wanita saat meluncurkan aksinya. Disinyalir, penyamaran itu untuk menyembunyikan identitas, tato wajahnya, serta untuk membantunya kabur, membaur dengan kerumunan.

“Dia berbaur dengan orang lain saat mereka berlarian. Jadi seolah-olah dia adalah penonton yang tidak bersalah,” kata Covelli saat berbicara di luar markas polisi Highland Park.

Tertangkap, Tersangka Penembak Parade Kemerdekaan AS Dituntut 7 Dakwaan Pembunuhan - Foto 2
 Foto yang dirilis oleh Satuan Tugas Kejahatan Besar Lake County ini dikatakan sebagai Robert E. Crimo III yang mengenakan pakaian wanita-Satuan Tugas Kejahatan Besar Lake County

Covelli juga mengungkapkan bahwa sebelum penembakan, Crimo memiliki dua riwayat insiden lain, yang turut melibatkan penegak hukum. Pada April 2019, seorang individu menghubungi pihak berwenang tentang Crimo yang mencoba bunuh diri. 

Pihak berwenang berbicara dengan Crimo dan orang tuanya, dan masalah itu ditangani oleh profesional kesehatan mental, kata Covelli. Kemudian, pada September 2019, seorang anggota keluarga melaporkan bahwa Crimo mengancam akan ‘membunuh semua orang’. 

Saat itu, Crimo juga memiliki koleksi pisau, dengan petugas berhasil mengeluarkan 16 pisau, belati, hingga pedang dari kediaman keluarganya. Polisi Highland Park melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian Negara Bagian Illinois.

“Saat itu tidak ada kemungkinan penyebab penangkapan. Tidak ada pengaduan yang ditandatangani oleh salah satu korban,” kata Covelli.

Tertangkap, Tersangka Penembak Parade Kemerdekaan AS Dituntut 7 Dakwaan Pembunuhan - Foto 3
 Kepolian telah mengindentifikasi Robert E.Crimo III, 21 tahun, sebagai terduga pelaku penembakan di parade 4 Juli-Departemen Kepolisian Highland Park

Tak lama setelah insiden September, Crimo secara legal membeli lima senjata api, kombinasi senapan, pistol, yang dibeli antara 2020-2021. Untuk membeli senjata api di Illinois, individu memerlukan kartu Identifikasi Pemilik Senjata Api (FOID). 

Crimo berusia di bawah 21 tahun saat itu, jadi dia disponsori oleh ayahnya, kata polisi negara bagian dalam rilis beritanya.

Sejauh ini, penyelidik masih berusaha menentukan motif penembakan yang diduga dilakukan Crimo.

Namun, pihak berwenang meyakini bahwa ia telah menggunakan senapan bertenaga tinggi ‘mirip dengan AR-15’. Dengan senjata itu, Crimo diduga telah melepaskan lebih dari 70 peluru ke kerumunan parade dari atap bangunan, yang ia akses melalui tangga darurat.

Senin, pukul 10 pagi, suara tembakan menembus parade meriah yang digelar untuk memperingati ‘Fourth of July’ atau Hari Kemerdekaan AS. Saat insiden terjadi, parade berada di sepanjang Central Avenue kota, sekitar 25 mil di utara Chicago. 

Tembakan yang membabi buta pada hari itu, membuat ratusan orang berhamburan ketakutan. Orang-orang meninggalkan kereta bayi, kursi, dan perlengkapan bendera Amerika di jalan-jalan. Para saksi mata pun ikut menggambarkan kengerian melihat orang-orang terluka jatuh di sekitar mereka.

Nahas, penembakan 4 Juli hanyalah yang rangkaian teror penembakan terbaru yang melanda Amerika dalam beberapa bulan terakhir. Tercatat penembakan telah menyasar gereja, toko kelontong, hingga sekolah dasar, di mana belasan anak berserta guru mereka meregang nyawa. []

Sumber