Latest Post

[Berita]Pengakuan Napi yang Kabur dari Lapas Bikin Sedih [Berita]2 Jenis Insomnia dan Cara Penanganan yang Tepat, Penting!

Jakarta

Bunda mungkin turut mengalami fase bingung menghadapi anak yang enggak doyan makan sayuran ya, Bunda? Ternyata, masalah ini memang sering menjadi pembahasan dan terus dicari tahu apa penyebab dan solusinya.

Saat anak tak menolak makan sayuran, maka ada kebutuhan nutrisi tertentu tak tercukupi. Padahal, anak-anak yang dalam masa pertumbuhan membutuhkan semua nutrinya secara lengkap dan seimbang agar bisa tumbuh optimal.

“Tumbuh kembang yang optimal memerlukan kelengkapan zat gizi, termasuk vitamin, mineral, dan serat,” ujar Dr. dr. Luciana Sutanto, MS., Sp.GK(K).




Soal anak yang menolak jenis makanan penting tersebut, ternyata ada alasannya, Bunda. Luciana menjelaskan bahwa pada umumnya, anak-anak hanya mengenal dan terbiasa dengan rasa manis dari susu dan ASI. Sedangkan sayuran sendiri, memang cenderung memiliki rasa pahit.

“Sebenarnya, pada umumnya anak-anak merasa sayur itu pahit karena yang dikenal adalah rasa manis dari ASI, susu. Sayur itu cenderung pahit, apalagi yang benar-benar pahit,” tuturnya dalam Live Instagram HaiBunda pada Selasa (5/7/2022).

Dengan kondisi seperti itu, Luciana menyarankan agar Bunda lebih cerdas memilih sayur bagi anak-anak. Ia juga menyarankan agar mengenalkan beragam jenis sayuran sejak dini agar nantinya terbiasa dan tidak memilih-milih.

“Jadi, silahkan memilih sayuran yang rasanya manis. Contohnya yang populer adalah wortel, kemudian bisa buncis, kol, labu, sawi putih juga terasa manis,” sarannya.

Selain itu, ada saran lain khususnya untuk MPASI, nih, Bunda. Luciana menganjurkan agar Bunda bisa mengenalkan sayur dengan menyesuaikan tekstur berdasarkan kemampuan anak. Jika masih terlalu kecil, maka disarankan agar sayuran dimasak hingga matang.`

“Anak (yang lebih kecil) tidak terbiasa dengan tekstur. Terbiasa susu dan bubur yang halus, sehingga sayur yang kasar di lidah agak sulit diterima. Tipsnya, masak sayur lebih matang. Yang setengah matang memang lebih enak dan sehat, tapi bagi beberapa anak kecil itu tidak bisa, mereka merasa itu terlalu kasar dan susah digigit karena giginya belum kuat. Jadi sesuai kebisaan anak, atau dihaluskan juga bisa.”

“Orang dewasa di sekelilingnya enggak makan sayur atau menolak makan sayur. jadi anak juga merasa kok enggak makan sayur sedangkan saya makan. Apalagi kalau orang dewasanya bilang enak lho sayurnya, anak akan ingin juga makan sayur,” sambungnya.

Nah, Bunda. Ada hal penting lainnya yang perlu diterapkan. Kata Luciana, Bunda juga perlu mengedukasi anak soal makan sayur. Upaya ini bisa dilakukan pada anak usia sekitar 9 tahunan yang sudah mampu memahami obrolan dengan dalam.

“Setelah anak agak besar, usia 9-10 tahun yang sudah bisa diajak ngobrol bisa diedukasi. Ajari manfaat makan sayur,” ujarnya.

Penting untuk memastikan nutrisi anak terpenuhi dan seimbang. Jika tidak, akan muncul tanda-tanda yang kerap dianggap sepele bahkan tak terlihat.

“Kebutuhan sayur (pada anak akan terus) berkembang terus dan harus terpenuhi. Untuk melihat kecukupan, lihat asupan sehari-hari. Kalau berat badan naik sesuai grafik, berarti asupannya sesuai.

Selain itu, perlu perhatikan juga soal makanan yang bervariasi, Bunda. Tidak boleh menu yang monoton karena ini turut menjadi alasan nutrisinya anak tak seimbang.

“(Kalau nutrisinya terpenuhi) tinggal kita lihat, makanannya bervariasi, tidak? Kalau tidak, nanti kebutuhan vitamin mineralnya jadi kurang. Ini ditandai dengan beberapa hal, seperti sariawan, rambut rontok. Kadang tidak terlihat, tapi ini tidak normal, itulah pentingnya makan bervariasi,” pesannya.

Semoga informasinya berguna dan bisa menolong Bunda di rumah mengatasi anak yang suka menolak makan sayuran, ya.

Bunda, yuk download aplikasi digital Allo Bank di sini. Dapatkan diskon 10 persen dan cashback 5 persen. 

Simak juga resep oseng kancang panjang yang sehat dan murah dalam video berikut:

[Gambas:Video Haibunda]

(AFN)



Sumber