Latest Post

[Berita]Indonesia dan Thailand U-19 Masih tanpa Gol di Babak Pertama [Berita]Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Cukai Rokok Kemenyan

NIAS SELATAN, creacorridor.com – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) pada tahun kedua ini mengangkat tema Kebangkitan Ekonomi untuk Indonesia Bangkit. Salah satu agenda yang dikerjakan adalah Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 yang kali ini menyapa Desa Wisata Hilisimaetano, Kecamatan Maniamolo, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara. 

Saat Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno datang ke Desa Wisata Hilisimaetano pada Rabu sore (22/6/2022), dia mendapat sambutan hangat dari masyarakat setempat. Beragam seni tari khas Hilisimaetano ditampilkan untuk menyambut Sandi Uno dan rombongan.

Dalam kesempatan tersebut, Sandi tampak didampingi Bupati Nias Selatan Dr. Hilarius Duha, dan Kepala Desa Hilisimaetano Formil Dakhi. 

Dalam sambutannya, Sandi mengungkapkan ketakjubannya terhadap keindahan alam hingga kekayaan budaya lokal di Desa Hilisimaetano. 

”Saya ucapkan selamat kepada Bapak Bupati yang telah bisa meningkatkan gairah ekonomi dalam tatanan ekonomi baru dengan Desa Wisata Hilisimaetano, tepuk tangan untuk kita semua,” ucap Sandi disambut riuh tepuk tangan warga Desa Hilisimaetano.

Sandi mengatakan, Kemenparekraf akan memberikan pendampingan dan pelatihan untuk meningkatkan sarana prasarana dan kualitas destinasi wisata tersebut. 

”Seperti toilet hanya ada satu. Kita akan tingkatkan homestay. Juga kita ingin jadikan desa wisata ini sebagai tujuan kunjungan wisatawan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Kami juga akan meningkatkan ekonomi kreatifnya sehingga lapangan kerja terbuka dan ekonomi masyarakat meningkat,” ujar Sandi.    

Sebagai infromasi, Hilisimaetano terpilih menjadi salah satu dari 50 desa wisata terbaik yang terjaring melalui proses seleksi ketat pada tahun ini. Seleksi tersebut berdasar tujuh kategori penilaian.

Adapun tujuh penelian Desa Wisata menurut Kemenparekraf:

  1. Daya tarik pengunjung (alam dan buatan, seni dan budaya), 
  2. Suvenir (kuliner, fesyen, dan kriya), 
  3. Homestay atau penginapan,
  4. Toilet umum, 
  5. Digital dan kreatif, 
  6. Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE), dan 
  7. Kelembagaan Desa.

 

Sumber