Latest Post

[Berita]Ternyata Ini Alasan Anak Menolak Makan Sayur, Simak Saran dari Ahli Gizi Bun [Berita]Salmafina Beberkan Hubungannya dengan Sang Ayah Pernah Renggang

Ngawi (creacorridor.com) – Hariyono, salah satu pedagang pecel menyaksikan langsung kericuhan antar suporter Madiun dengan Ngawi yang berlaga dalam Liga Santri 2022, di Jalan Raya Ngawi Maospati, Kamis (23/6/2022) pukul 17.00 WIB.

Dia yang berdagang pecel di Jalan Raya Ngawi Maospati, Desa Tambakromo, Geneng, Ngawi, Jawa Timur itu kaget bukan main ketika mendengar suara teriakan provokasi antar suporter dan geberan motor. Ketegangan makin terasa dan dia akhirnya mendengar suara pecahan kaca gerobak yang dia gunakan untuk berjualan tiap sore hingga malam hari itu.

“Saya waktu itu sudah di sini, menyiapkan jualan. Ada yang teriak kalau ada anak Ngawi atau suporter asal Ngawi sembunyi di dekat warung saya. Nah, kemudian si suporter Ngawi itu dikejar dan dilempar batu, tapi lemparan batu itu kena kaca warung saya,” kata Hariyono pada creacorridor.com, Kamis (23/6/2022).

Kaca warung nasi pecel milik Hariyono, di Jalan Raya Ngawi Maospati masuk Desa Tambakromo, Geneng, Ngawi, Jawa Timur yang pecah usai kena lemparan batu akibat tawuran antar suporter, Kamis (23/6/2022)

Hariyono belum tahu apakah ada kerusakan di lokasi lain. Namun, yang jelas kaca gerobak miliknya pecah, beruntung dia ataupun anggota keluarganya tak ada yang terluka. Dia menyebut jika yang mengalami luka adalah salah satu anggota Satlantas Polres Ngawi yang sempat membubarkan tawuran tersebut. Namun, dia tak tahu kronologis persisnya.

“Ada salah satu polisi yang sempat terluka kepalanya. Tapi saya tidak tahu apakah kena lemparan batu atau pukulan. Yang jelas kalau untuk warga tidak ada yang terluka. Kurang tahu juga kalau mungkin ada suporter yang luka,” kata Hariyono.

Senada dengan Hariyono, salah satu pemilik warung nasi padang yang tak jauh dengan warung Hariyono menyebut jika keributan bermula di depan Kantor Desa Tambakromo. Agus Purwiantoro melihat keributan itu, banyak rombongan suporter menggunakan kendaraan bermotor yang ribut. Petugas gabungan TNI dan Polri mendatangi lokasi dan mencoba memecah keributan itu.

“Saya sempat merekam menggunakan kamera hape. Banyak orang yang ribut-ribut sampai dibubarkan oleh petugas TNI Polri. Katanya ribut antar suporter,” kata Agus.

Kemudian, Agus menceritakan bahwa rombongan suporter pergi usai dibubarkan oleh petugas TNI dan Polri di lokasi. Agus membenarkan jika ada petugas Satlantas Polres Ngawi yang mengalami luka usai mencoba membubarkan keributan tersebut.

Sebelum tawuran terjadi, sempat digelar laga final Liga Santri 2022 di Stadion Ketonggo Ngawi. Mayoritas suporter asal Madiun tidak berdamai dengan suporter asli Ngawi sehingga hal itulah yang diduga menyulut keributan sehingga terjadi tawuran. [fiq/but]

Sumber