Latest Post

[Berita]Indonesia dan Thailand U-19 Masih tanpa Gol di Babak Pertama [Berita]Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Cukai Rokok Kemenyan

Rabu, 22 Juni 2022 – 19:32 WIB

Reka ulang insiden Napua, Kabupaten Jayawijaya, Papua yang menyebabkan meninggalnya Bripda Diego Rumaropen dan hilangnya dua pucuk senpi, Rabu (22/6). Foto: ANTARA/HO/Dokumen Pribadi

papua.creacorridor.com, JAYAWIJAYA – Reka ulang insiden pembunuhan anggota Brimob Bripda Diego Rumaropen di Napua, Jayawijaya, Papua, Rabu (22/6) berlangsung dalam pengawalan ketat.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri ikut memantau pelaksanaan reka ulang pembunuhan anggota Brimob itu.

Selain itu, eks Danki D Brimob Wamena AKP R juga dihadirkan, termasuk AM warga sipil yang meminta tolong agar ke AKP R untuk menembak sapi miliknya di Napua, Jayawijaya, Papua, Sabtu (18/6) sore.

Hadir juga Dirkrimum Polda Papua Kombes Pol Faizal Rahmadani dan Kabid Propam Kombes Pol Gustav Urbinas.

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius Fakhiri menegaskan reka ulang dilakukan untuk memastikan posisi para saksi saat insiden terjadi.

“Reka ulang dilakukan untuk memastikan posisi para saksi sehingga penyidik bisa memperkirakan jarak dan lainnya karena bisa saja saat olah TKP (tempat kejadian perkara) terlewatkan,” kata Fakhiri.

Irjen Fakhiri yang berada di Wamena sejak Selasa (21/6) sebelumnya sudah bertemu dengan orang tua dan keluarga almarhum Bripda Diego Rumaropen dan meninjau markas Kompi D Brimob Wamena.

Insiden penyerangan terhadap anggota Brimob di Napua yang berlokasi sekitar lima kilometer dari Wamena berawal saat AKP R ditelepon salah seorang warga (AM) yang meminta tolong agar menembak sapinya yang ada di Napua.

Reka ulang insiden pembunuhan anggota Brimob Bripda Diego Rumaropen di Napua, Jayawijaya, Papua, Rabu (22/6) berlangsung dalam pengawalan ketat.

Sumber