Latest Post

[Berita]Menteri Agama Yaqut Kenang Waktu Jalani Ibadah Haji Pertamanya Tahun 2004: Mirip Ikan Pindang [Berita]Cerai dari Didi Mahardika, Rosmanizar Putuskan Lepas Hijab: Maaf, Akhirnya Aku Mengecewakan…

JAKARTA, creacorridor.com – Penderita vitiligo memerlukan terapi yang komprehensif agar bisa sembuh. Jika mengidap vitiligo karena autoimun, maka penanganan autoimun harus terus berjalan selagi terapi vitiligonya dikerjakan.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dr Reiva Farah Dwiyana, SpKK(K), menegaskan bahwa sejatinya vitiligo bisa disembuhkan. Namun, pasien juga harus mengimbangi pola hidup yang sehat terutama tidak boleh stres.

“Vitiligo bisa disembuhkan. Tapi, jika dia punya autoimun, maka autoimunnya juga harus diobati dan kami juga selalu meminta kepada pasien vitiligo untuk tidak stres karena itu bisa memperparah vitiligonya,” tutur dr Reiva di Webinar ‘I’m Alive with Selflove’ yang diinisiasi Regenesis, Rabu (22/6/2022).

Kepala Departemen Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran DR.dr. Reti Hindritiani, SpKK(K), menegaskan bahwa saat ini pengobatan vitiligo sudah ditanggung BPJS Kesehatan.

“Sekalipun vitiligo adalah masalah estetik, tapi vitiligo penggolongannya masuk ke dalam non-estetik di BPJS Kesehatan. Jadi, vitiligo ditanggung BPJS Kesehatan pengobatannya,” ujar dr Reti.

Pengobatan vitiligo yang ditanggung BPJS Kesehatan antara lain obat luar dan obat minum, bahkan phototherapy yang memang jadi bagian penanganan vitiligo.

“Jadi, ketika pasien vitiligo berobat dan dia terdaftar keanggotaan BPJS-nya, ya, obat-obatannya ditanggung BPJS Kesehatan. Kemudian, untuk phototherapy juga ditanggung BPJS,” tuturnya.

Namun, phototherapy sendiri hingga sekarang masih belum tersebar di banyak rumah sakit.

“Terapi ini sangat terbatas, karena memang alatnya tidak semua provinsi punya,” ucap dr. Reti.

Editor : Leonardus Selwyn Kangsaputra

Sumber