Latest Post

[Berita]5 Komika Indonesia yang Punya Penghasilan Fantastis, Dibayar hingga Rp200 Juta Sekali Tampil [Berita]Polisi Upayakan Restorative Justice dalam Kasus Pengeroyokan di SMAN 70 Jakarta

Rabu, 22 Juni 2022 – 22:00 WIB

Satpol PP Bandung mencatat Kota Bandung terancam kehilangan pendapatan sebesar Rp 25 miliar gegara reklame ilegal yang menyalahi aturan. Ilustrasi Foto: ngopibareng

jabar.creacorridor.com, BANDUNG – Ratusan reklame ilegal yang menyalahi perjanjian izin setiap harinya diturunkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Setiap harinya, petugas menertibkan reklame besar dan kecil di sudut Kota Bandung karena tidak membayar pajak.

Kepala Bidang Penegakan Produk Hukum Daerah (PPHD) Satpol PP Kota Bandung Idris Kuswandi menuturkan, penertiban ini dilakukan dikarenakan banyaknya reklame tidak sesuai aturan. Mulai dari tidak berizin hingga menyalahi izin yang sudah diajukan.

“Setiap hari kami keliling pindah-pindah setiap minggunya dan hampir tiap hari ratusan reklame kami turunkan. Itu belum termasuk yang dirapikan oleh pihak kecamatan,” kata Idris di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukencana, Rabu (22/6).

Idris mengungkapkan, jika ditotal, Satpol PP memprediksi ada belasan ribu reklame yang menyalahi aturan yang terpampang, baik di dalam maupun luar ruangan.

Idris mengatakan, keberadaan reklame tersebut jelas merugikan. Bagi masyarakat, kondisi itu menghilangkan keindahan atau estetika kota karena banyak yang disimpan tidak pada tempatnya.

Sementara, bagi pemerintah daerah, keberadaan reklame yang menyalahi aturan berdampak pada penurunan pendapatan pajak.

Kata Idris, tidak sedikit pemilik reklame yang dibayar pajak pun memasang reklamenya lebih lama dari perjanjian yang sudah dibuat.

Satpol PP Bandung mencatat Kota Bandung terancam kehilangan pendapatan sebesar Rp 25 miliar gegara reklame ilegal yang menyalahi aturan.

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com Jabar di Google News

Sumber