Latest Post

[Berita]Kisah 41 Penerjun Payung TNI-Polri Kibarkan Bendera di Puncak Peringataan HUT ke-76 Bhayangkara [Berita]Semakin Lengket, Intip 9 Gaya Pacaran Wulan Guritno dan Sabda Ahesa yang Dicibir Kelewat Batas

loading…

Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan. Foto: Ist

JAKARTA – Pelaksanaan mudik Lebaran 2022 berjalan sukses. Pengelolaan manajemen dan koordinasi lintas sektoral yang baik dan infrastruktur yang memadai menjadi faktor utama kesuksesan tersebut. Kasus Covid-19 juga melandai dan angka kecelakaan menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Penegak Hukum (Dirgakkum) Korlantas Polri Brigjen Pol Aan Suhanan sudah memprediksi mudik Lebaran kemarin akan ada puluhan juta warga yang pulang kampung. Apalagi saat itu beberapa aturan sudah mulai dikendorkan.

Dengan kata lain antusias masyarakat diizinkan atau tidak berlebaran ke kampung akan tetap pulang. “Dari prediksi itu kami melakukan survei awal atau sebelum bulan puasa. Ditambah lagi hasil survei Kementerian Perhubungan (Kemenhub) yang menyebut ada sebanyak 85,3 juta warga yang akan melakukan perjalanan mudik dan 17 juta di antaranya dari Jabodetabek. Ini tentu angka yang luar biasa sehingga kami selalu berkoordinasi dengan stakeholder terutama dari Jabodetabek ke arah timur dan Sumatera,” ungkap Aan, Rabu (26/6/2022).
Baca juga: Begini Skenario Korlantas Polri Atasi Kemacetan di Tol saat Arus Mudik Lebaran

Berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi terjadi macet parah. Dari situ, pihaknya mulai melakukan simulasi atau rekayasa lalu lintas jika terjadi kemacetan. Persiapan manajemen operasi juga dilakukan bersama stakeholder lainnya.

“Dari hasil prediksi ternyata titik krusialnya ada di jalan tol tepatnya KM 35 sampai KM 62. Karena di situ ada banten link dari 5 jalur ke 4 jalur dan dari 4 jalur ke 3 lajur. Di situ pasti akan terjadi perlambatan,” ujar Aan.

Kemudian, pihaknya juga melakukan simulasi pada puncak arus di mana ada 180.000 lebih kendaraan yang akan melewati ruas itu tepatnya H-2 atau H-3 Lebaran. Begitu juga pada saat weekend ada 80.000 kendaraan.

Dari kesimpulan itu akhirnya dilakukan beberapa simulasi. Pertama contraflow. Ada namanya volume capacity ratio di angka 0,6. Jika 180.000 kendaraan volume rasionya 1 lebih. Kalau sudah begitu artinya kendaraan sudah stuck alias tidak bisa bergerak.

“Akhirnya kami bersama teman-teman stakeholder mengambil keputusan mengambil rekayasa contraflow. Itu pun belum mengurai. Kemudian kami melakukan rekayasa one way dari 4 jalur menjadi 8 jalur dengan menambah kapasitas ruas jalan ke arah timur kita tutup semua. Penerapan one way ternyata angkanya masih 0,9 dan masih terjadi macet. Akhirnya kita simulasi dengan membatasi kendaraan sumbu 3 ke atas. Ini pun masih di angka 0,8 dan masih macet. Akhirnya diambil kebijakan ganjil genap dengan harapan kemacetan bisa berkurang 30%,” ujar jenderal bintang satu itu.

Setelah disepakati akhirnya bersama stakeholder akan menerapkan beberapa simulasi jika terjadi kemacetan. Pertama contraflow, one way, pembatasan sumbu tiga ke atas dan ganjil genap. Rekayasa itu disepakati dari KM 47 sampai KM 414 Kalikangkung Semarang. Termasuk jam-jamnya kita atur.

Sumber