Latest Post

[Berita]7 Potret Memesona Monna Frans, Aspri Hotman Paris yang Mualaf Dibimbing Gus Miftah [Berita]Indonesia dan Thailand U-19 Masih tanpa Gol di Babak Pertama

Pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan yang membantah persoalan minyak goreng disebabkan oleh adanya mafia menuai kritik. Foto: Ricardo/JPNN.com

creacorridor.com, JAKARTA – Pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan yang membantah persoalan minyak goreng disebabkan oleh adanya mafia menuai kritik.

Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menduga Mendag sudah gagal paham membaca permasalahan utama dari krisis minyak goreng.

“Kalau masalahnya bukan mafia dan tata niaga yang rusak lalu  kebijakannya apa. Selama ini belum ada keluar kebijakan-kebijakan yang diharapkan menuntaskan masalah tersebut,” ujar Bhima, Jumat (24/6).

Menurut Bhima, pandangan menteri yang tidak sejalan dengan Presiden tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Kenapa Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) usut kartel minyak goreng, Kejaksaan Agung yang menetapkan tersangka izin ekspor CPO. Itu jelas pertanda mafia terstruktur,” ungkap Bhima.

Lebih lanjut, pernyataan Zulhas justru mengindikasikan  pemerintah tidak mampu menyelesaikan tata niaga minyak goreng.

Artinya, Mendag seharusnya mengeluarkan sederet kebijakan untuk memperkuat pengawasan di hulu dan pengawasan distribusi minyak goreng di hilir.

“Melihat beda pendapat Mendag dengan Presiden, tampaknya perkara minyak goreng tidak akan selesai dalam satu bulan. Akan sulit target Mendag menyelesaikan permasalahan minyak goreng,” tegas Bhima. (mcr28/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

Pernyataan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan yang membantah persoalan minyak goreng disebabkan oleh adanya mafia menuai kritik.

Redaktur : Elvi Robiatul
Reporter : Wenti Ayu Apsari

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Sumber