Latest Post

[Berita]Infografis Gunung Semeru Meletus 479 Kali Sepekan Terakhir [Berita]Mayang Tak Lolos Ujian Masuk Fakultas Kedokteran Gigi, Rektor Moestopo: Nilai di Bawah 75 Tidak Diterima!

loading…

Bangunan di Lokalisasi Gunung Antang yang kini telah terhalangi oleh berdirinya Stasiun Matraman, Jakarta Timur, disepakati dibongkar mulai awal Juli 2022. Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok

JAKARTA – Bangunan di Lokalisasi Gunung Antang yang kini telah terhalangi oleh berdirinya Stasiun Matraman, Jakarta Timur, disepakati dibongkar mulai awal Juli 2022. Pembongkaran bangunan dilakukan untuk mendukung pembangunan sistem rel double track Stasiun Matraman.

PT KAI selaku pihak pengelola dan pemilik lahan Gunung Antang, telah menyetujui permohonan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur guna melakukan pembongkaran bangunan di lokalisasi tersebut.

Baca juga: Terkait Penertiban Lokalisasi Gunung Antang, Pemkot Jaktim Bakal Bertemu PT KAI

Kepala Humas PT KAI Daop 1 Eva Chairunisa menjelaskan, KAI telah berkoordinasi dengan Pemkot Jakarta Timur dan pihak berwajib untuk melakukan penertiban lokalisasi Gunung Antang.

“Polres Jakarta Timur dan Dandim akan memdukung dan berkolaborasi untuk penertiban lokasi Gunung Antang,” ujar Eva kepada wartawan, Jumat (24/6/2022).

Eva memastikan PT KAI akan memberikan sosialisasi dan pemberitahuan terlebih dahulu kepada warga sekitar sebelum dilaksanakan tahapan penertiban sesuai prosedur.

Baca juga: Diduga Tak Bayar Esek-esek, Pria Dibunuh Orang Tak Dikenal di Lokalisasi Gunung Antang

“Selanjutnya sesuai prosedur, akan memasuki tahapan sosialisasi langsung dan pengiriman surat pemberitahuan. Mudah-mudahan target bulan Juli ini bisa diselesaikan,” kata Eva.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Timur Muhammad Anwar menyampaikan, jajarannya telah mengadakan rapat bersama PT KAI pada hari Kamis (23/6/2022) guna membahas mekanisme penertiban lokalisasi Gunung Antang.

“Hari Kamis kemarin, kami telah rapat dengan PT KAI dan mereka akan membuat surat pemberitahuan dalam rangka penataan lokasi,” tukas Anwar.

Kepada Anwar, pihak PT KAI menyampaikan bahwa penertiban lokalisasi tersebut bertujuan untuk mendukung rencana pembangunan sistem double track di Stasiun Matraman.

(thm)

Sumber