Latest Post

[Berita]7 Potret Memesona Monna Frans, Aspri Hotman Paris yang Mualaf Dibimbing Gus Miftah [Berita]Indonesia dan Thailand U-19 Masih tanpa Gol di Babak Pertama

Hasil laboratorium dengan uji real time PCR menunjukkan bangkai domba yang ditemukan di Sungai Serang, Semarang, negatif virus PMK pada spesimen atau sampel yang diambil. Foto: Humas Kementan

creacorridor.com, SEMARANG – Berdasarkan hasil uji laboratorium BBVeteriner Wates, Kementerian Pertanian (Kementan) menyimpulkan penyelidikan terhadap temuan puluhan bangkai domba di Sungai Serang, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang.

Sampel temuan ternak domba yang dibuang ke Sungai Serang, Semarang, diambil dan diuji PCR untuk memastikan adanya dugaan kematian akibat PMK.

Kepala Balai Besar Veteriner Wates (BBVet Wates) Hendra Wibawa mengungkapkan hasil laboratorium dengan uji real time PCR menunjukkan negatif virus PMK pada spesimen atau sampel yang diambil.

“Kami mengambil spesimen swab oral dan swab teracak dari domba yang sebelumnya ditemukan di sungai dan telah dikubur di sekitar lokasi penemuan bangkai. Hasil uji menyatakan negatif PMK,” jelas Hendra dalam siaran persnya, kamis (23/6).

Hendra mengatakan laboratorium penyidikan penyakit hewan di tempatnya telah menguji 97 sampel dari bangkai yang ditemukan.

“Jadi, tidak benar kematiannya akibat PMK. Kami pastikan secara pemeriksaan PCR dan masyarakat tidak perlu resah,” tambahnya.

Tim Investigasi gabungan BBVET Wates, Direktorat Kesehatan Hewan Ditjen PKH, dan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan Kabupaten Semarang telah melakukan penyidikan epidemiologi pada 21-22 Juni 2022 dengan menelusuri kasus, kemungkinan penyebab kematian dan faktor risiko, serta pengambilan sampel untuk peneguhan diagnosis laboratorium.

Mengenai kemungkinan penyebab kematian dan diagnosis, menurut Hendra, pihaknya memperhatikan mayoritas ternak domba berjenis kelamin betina.

Kementan memastikan bangkai domba di Sungai Serang, Semarang, negatif penyakit mulut dan kuku (PMK)

Silakan baca konten menarik lainnya dari JPNN.com di Google News

Sumber