Latest Post

[Berita]Indonesia dan Thailand U-19 Masih tanpa Gol di Babak Pertama [Berita]Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Cukai Rokok Kemenyan

BANJARMASIN, creacorridor.com – Mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel) Raden Dwidjono Putrohadi Sutopo divonis dua tahun penjara dan denda Rp500 juta. Raden Dwidjono terbukti bersalah atas kasus suap izin pertambangan.

“Jika denda tidak dibayarkan, maka diganti dengan pidana kurungan selama empat bulan,” kata ketua majelis hakim Yusriansyah dalam sidang di Pengadilan Tipikor Banjarmasin, Rabu (22/6/2022).

Majelis hakim meyakini, terdakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi dan pencucian uang sebagaimana dakwaan pertama ke satu dan dakwaan kedua primer. Yaitu Pasal 12 huruf a jo Pasal 18 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selanjutnya Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Dalam pertimbangannya, majelis hakim menyampingkan dalil pembelaan terdakwa bahwa uang senilai lebih dari Rp13 miliar yang diserahkan almarhum Henry Soetio kepada terdakwa melalui perantara Yudi Aron merupakan utang piutang.

Tak adanya bukti perjanjian utang piutang dan rumitnya mekanisme penyerahan uang, dinilai majelis hakim sebagai cara yang dilakukan untuk menyembunyikan perbuatan sesungguhnya, yakni pemberian alias gratifikasi.

Editor : Nani Suherni

Terima Kasih

Sumber