Latest Post

[Berita]Indonesia dan Thailand U-19 Masih tanpa Gol di Babak Pertama [Berita]Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Cukai Rokok Kemenyan

JAKARTA, creacorridor.com – Serangga acapkali dianggap sebagai hama ataupun hewan yang mengganggu kehidupan manusia. Namun, sejumlah teknologi terkini berhasil membasmi serangga dengan mudah, seperti dengan semprotan antiserangga maupun pestisida. 

Meski dianggap remeh, sejumlah serangga mendapat titel sebagai serangga paling mematikan di dunia. Berikut daftarnya dilansir dari beragam sumber, Kamis (23/6/2022):

Serangga Paling Mematikan di Dunia

1. Lalat Tsetse

Lalat Tsetse merupakan salah satu serangga yang ada di Afrika tropis. Dengan parasit Trypanosoma brucei di tubuhnya, lalat Tsetse dapat menyebabkan penyakit tidur dengan sekali gigitan. Penyakit ini merupakan jenis penyakit fatal apabila tidak diobati, dan pengobatannya sendiri sangat sulit.

Penyakit tidur kurang lebih memiliki gejala seperti kebingungan, koordinasi yang buruk, mati rasa, dan sulit tidur. Apabila sudah parah, penyakit tidur dapat menyebabkan kematian. Adapun pemerintah Afrika telah melakukan sejumlah langkah pencegahan demi mengurangi populasi lalat Tsetse.

2. Hornet Jepang Raksasa

Serangga dengan nama latin Vespa mandarinia ini mempunyai ukuran tubuh dua hingga tiga inci atau setara dengan lima hingga tujuh sentimeter. Perlu diketahui, ukuran tersebut dapat lebih besar dibanding ukuran telapak tangan bayi.

Selain memiliki ukuran raksasa, serangga ini mempunyai racun yang dapat menyebabkan gagal ginjal, kelumpuhan, hingga kematian. Umumnya, hornet jepang ini tertarik untuk menggigit manusia yang mengeluarkan bebauan, baik itu dari keringat, minum alkohol, dan sebagainya.

3. Nyamuk

Meski kerap kali dianggap remeh, nyamuk menjadi salah satu serangga yang paling mematikan di dunia. Nyamuk menularkan banyak sekali penyakit yang dapat menyebabkan kematian kepada manusia, seperti malaria dan demam berdarah. Menurut WHO, sekiranya terdapar anak yang meninggak setiap 30 detik karena malaria. Selain itu per tahunnya, terdapat 500 juta laporan kasus malaria.

Selain malaria, nyamuk Aedes aegypti juga menjadi musuh bersama karena menyebarkan demam berdarah. Menurut catatan Kementerian Kesehatan Indonesia, tahun 2022 terdapat 432 kasus kematian akibat DBD. Hal ini membuktikan bahwa demam berdarah yang ditularkan lewat nyamuk memang mematikan.

Editor : Johan Sompotan

Sumber