Latest Post

[Berita]Polisi Ungkap Jenazah Mengapung di Danau Cibubur Pengidap Epilepsi [Berita]ASI Tingkatkan Kemampuan Kognitif Anak pada Keluarga Miskin

Lamongan (creacorridor.com) – Kitab Amjah versi Bahasa Indonesia kini telah tersaji. Proses kajian serta alih aksara dan bahasa terhadap naskah kuno Kitab Amjah dikerjakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Lamongan.

Kepala Disparbud Lamongan, Siti Rubikah mengatakan, Kitab Kuno Amjah ini merupakan salah satu koleksi yang saat ini masih tersimpan rapi di Museum Sunan Drajat, Lamongan, Jawa Timur.

Kajian serta alih aksara dan bahasa Kitab Amjah ke dalam Bahasa Indonesia ini, menurut Rubikah, merupakan salah satu upaya untuk melestarikan naskah kuno di dalam kitab tersebut. Selain itu, kajian ini juga dilakukan demi memudahkan generasi muda yang berminat untuk membacanya.

“Kajian ini merupakan penelitian awal untuk mengetahui kondisi naskah dan teks, alih aksara dan bahasa, serta nilai penting naskah,” ujar Rubikah kepada wartawan, Kamis (23/6/2022).

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kajian terhadap kondisi naskah ini dinilai sangat penting karena memiliki korelasi pada kebutuhan atau sebagai acuan konservasi dan upaya penyelamatan fisik naskah.

Kajian naskah pada Kitab Amjah Koleksi Museum Sunan Drajat Lamongan yang kini telah tersaji dalam versi bahasa Indonesia.

Sedangkan kajian alih aksara dan bahasa ini, tambah Rubikah, dapat memberikan manfaat yang sangat besar untuk memahami isi naskah sebagai salah satu sumber pengetahuan tentang masa lampau.

“Kebutuhan khalayak umum untuk mengetahui warisan budayanya sendiri melalui naskah kuno kini semakin meningkat. Sehingga melihat fenomena itu, perlu dilakukan penelitian secara mendalam untuk mengetahui isi naskah koleksi Museum Sunan Drajat ini,” beber Rubikah.

Secara detail, Rubikah menerangkan bahwa Kitab Amjah ini juga disebut dengan nama Layang Anbiya, sebuah manuskrip kuno yang berisi tentang kisah 25 nabi. Teks dalam kitab ini ditulis menggunakan tinta berwarna hitam, dengan kertas berbahan daluang.

Daluang dikenal sebagai kertas tradisional khas Nusantara yang terbuat dari kulit pohon saeh yang memiliki nama lain Paper Mulberry (Broussonetia papyrifera). Kulit pohon saeh ini ditempa menggunakan alat khusus yang terbuat dari perunggu hingga akhirnya menjadi daluang.

Naskah kuno dalam kitab ini terdiri dari 302 halaman dan tidak memiliki penomoran halaman. Yang mana masing-masing halamannya juga terdiri dari 19 baris tanpa bidang bingkai teks. Lalu tiap larik atau barisnya diakhiri dengan tanda lingkaran menggunakan tinta merah tanpa iluminasi.

Kajian naskah pada Kitab Amjah Koleksi Museum Sunan Drajat Lamongan yang kini telah tersaji dalam versi bahasa Indonesia.

“Teks menggunakan Aksara Pegon dan Bahasa Jawa. Kondisi teks tidak utuh dan beberapa isi teks tidak dapat dibaca karena korosi tinta. Teks Layang Anbiya ini berbentuk tembang macapat, yang berisi kisah para nabi dalam Agama Islam. Diawali dari kisah Nabi Adam hingga Nabi Muhammad,” terangnya.

Dengan dilakukannya kajian alih aksara dan bahasa Kitab Amjah ini, Rubikah berharap, nantinya para pengunjung dapat mengetahui informasi secara lebih mendalam terkait naskah-naskah koleksi di Museum Sunan Drajat.

Kajian naskah pada Kitab Amjah Koleksi Museum Sunan Drajat Lamongan yang kini telah tersaji dalam versi bahasa Indonesia.

“Upaya ini sebagai salah satu bentuk pelestarian warisan budaya bendawi, sekaligus memberikan referensi pengetahuan dasar tentang isi dan nilai penting naskah koleksi Museum Sunan Drajat, utamanya bagi peneliti lanjutan yang akan mengkaji dalam perspektif berbeda,” ujarnya.

Sebagai tambahan informasi, saat mengkaji Kitab Amjah ini, pihak Disparbud Lamongan telah menggandeng Tim Ahli dari Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta. Pengkajian secara mendalam pada Kitab Amjah ini telah berlangsung sejak 8 April 2021 lalu.

Lebih khusus, kajian ini juga dimaksudkan untuk mengungkap siapa pengarang dan tahun pembuatannya. Bagi anda yang berminat untuk membaca naskah kuno koleksi Museum Sunan Drajat tersebut, bisa meminjam di Disparbud Lamongan. [riq/but]

Sumber