Latest Post

[Berita]Apriyani/Fadia Juara Malaysia Open 2022, Vincent Rompies: Maju Terus Bulutangkis Indonesia [Berita]Polisi Ungkap Jenazah Mengapung di Danau Cibubur Pengidap Epilepsi

creacorridor.com Gempa magnitudo 6,1 SR mengguncang Afganistan pada Rabu (22/6) pagi. Akibatnya, 950 orang tewas dan lebih dari 600 orang terluka. Jumlah korban diperkirakan akan terus bertambah seiring mengalirnya informasi dari desa-desa pegunungan terpencil.

Dilansir dari Reuters, gempa ini menjadi yang paling mematikan sejak 2002. Pusatnya sekitar 44 km dari kota tenggara Khost, dekat perbatasan dengan Pakistan, menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGC).

Sebagian besar kematian yang dikonfirmasi berada di provinsi timur Paktika. Di sana 255 orang tewas dan lebih dari 200 terluka. Sementara itu, di Provinsi Khost, 25 orang tewas dan 90 orang dilarikan ke rumah sakit.

baca juga:

Guncangannya dirasakan oleh sekitar 119 juta warga di Pakistan, Afganistan, dan India, menurut EMSC di Twitter. Namun, belum ada laporan tentang kerusakan maupun korban di Pakistan.

Afghan Government News Agency

EMSC menyatakan gempa bermagnitudo 6,1 SR, sedangkan USGC menyatakan magnitudonya 5,9 SR.

Foto-foto di media Afganistan menunjukkan rumah-rumah hancur dengan mayat terbungkus selimut tergeletak di tanah. Helikopter dikerahkan untuk mengevakuasi korban luka serta mengirim pasokan medis dan makanan, menurut seorang pejabat kementerian dalam negeri, Salahuddin Ayubi.

“Jumlah korban tewas kemungkinan akan bertambah karena sejumlah desa berada di daerah terpencil di pegunungan, sehingga butuh waktu untuk mengumpulkan rinciannya,” terang Ayubi.

Pemimpin Tertinggi Taliban Haibatullah Akhundzada telah menyampaikan pernyataan belasungkawa.

Pelaksanaan operasi evakuasi bisa menjadi ujian besar bagi Taliban. Pasalnya, negara itu telah terputus dari banyak bantuan internasional karena sanksi.

Sumber