Latest Post

[Berita]Indonesia dan Thailand U-19 Masih tanpa Gol di Babak Pertama [Berita]Pemerintah Tetapkan Tarif Baru Cukai Rokok Kemenyan

Menceritakan sebuah dongeng bisa menjadi aktivitas yang sangat menyenangkan dan ditunggu-tunggu oleh Si Kecil. Tapi tidak sampai di situ, mendongeng bersama Si Kecil juga punya banyak manfaat. Salah satu jenis dongeng yang banyak diceritakan adalah dongeng fabel.

Dongeng fabel yang sangat identik dengan karakternya yang berupa hewan, akan sangat menarik perhatian Si Kecil. Hal itu terjadi karena di dalam fabel, para hewan bisa berbicara dan punya karakternya sendiri.

Manfaat berdongeng untuk Si Kecil

Berdongeng untuk Si Kecil memiliki banyak manfaat yang bisa didapatkan. Berikut beberapa di antaranya menurut Learning Time adalah:

1. Mengembangkan kemampuan mendengarkan

Jika ada kelebihan dari mendengar dongeng bagi Si Kecil, yang datang nomor satu adalah meningkatkan kemampuannya mendengar. Dengan mendengarkan cerita dari Bunda, ia akan belajar mendengar dari memperhatikan alur cerita, dan sebagainya.

2. Meningkatkan kemampuan berpikir

Lebih dari itu, mendengarkan dongeng bagi Si Kecil juga akan meningkatkan kemampuan berpikirnya. Pikirannya akan memproses alur cerita dan apa yang diperbuat oleh karakter di dalam dongeng.

3. Menambah kosa kata

Dongeng juga bisa menjadi salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan berbahasanya, terutama dalam menambah kosa kata.




Ilustrasi membacakan dongeng anak fabel/ Foto: Getty Images/iStockphoto/Choreograph

Fabel bisa saja berisi cerita petualangan, atau kisah di antara dua hewan. Seperti dongeng fabel Kancil dan Siput ini. Berikut adalah Kisah Kancil dan Siput yang diceritakan ulang dari Kisah Petualangan Si Cerdik Kancil dari Kemendikbud.

Dongeng Anak Si Kancil dan Siput

Pada suatu hari yang cerah, Kancil sedang berjalan dengan santai di pinggir sungai. Disana ia bertemu dengan Siput yang merangkak dengan lambat. Kancil lalu datang menghampiri Siput dengan langkah yang angkuh.

“Hai Siput,” kata Kancil dengan sombong. “Apakah kamu berani adu cepat denganku?”

Mendengar pertanyaan itu, Siput tentu saja terkejut. Ia merasa diejek oleh Kancil. Walaupun begitu, Siput menerima ajakan Kancil.

“Baiklah, Kancil,” kata Siput yang menerima ajakan Kancil. “Aku terima ajakanmu. Tapi jangan malu ya, kalau nanti justru kamu yang sendiri yang kalah.”

“Hahahaha,” seketika Kancil tertawa mendengar ucapan Siput. “Mana mungkin kamu bisa mengalahkan aku, Siput? Kamu adalah hewan perangkak yang sangat lambat.”

Mendengar hal itu, bukannya membatalkan ajakan Kancil, Siput justru makin menantang Kancil. “Baik, tentukan saja kapan kita akan berlomba!”

“Hari Minggu besok, di sini” kata Kancil. “Pasti akan ada yang melihatku memenangkan lomba. Catat itu.” Kancil lalu bergegas pergi dengan tertawa.

Sambil menunggu hari perlombaan, Siput mengatur taktik agar Kancil bisa merasakan rasa angkuh dan sombongnya dengan kekalahan. Ia segera mengumpulkan semua siput yang ada di sekitar sungai. Mereka semua tentu saja ingin Kancil kalah.

“Hai teman-temanku, tentu saja kita berkumpul disini untuk membicarakan perlombaan dengan Kancil,” kata Siput yang akan berlomba.

“Tapi bagaimana caranya? Kita memang sudah pasti kalah, karena kita merangkak dengan lambat,” kata siput yang lain.

“Kita harus membagi tugas,” kata Siput. “Kalian harus berpencar di setiap rerumputan di pinggir sungai, sampai garis finish. Nanti kalau dipanggil Kancil, kalian harus jawab.”

“Ide yang cerdas! Kita akan menang!”

Akhirnya datang hari perlombaan. Semua siput sudah siap di posisinya masing-masing. Penonton bersorak sorai. Ada yang mendukung kancil, ada juga yang mendukung siput. Hingga bendera diangkat, tanda lomba dimulai.

Begitu lomba dimulai, Kancil berlari dengan sangat kencang. Semua tenaga ia kerahkan agar bisa memenangkan perlombaan itu. Tapi setelah berlari sekian kilometer, napasnya mulai terengah-engah dan memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon.




Ilustrasi dongeng anak Kancil dan SiputIlustrasi dongeng anak fabel Si Kancil dan Siput/ Foto: Getty Images/zaricm

Namun ketika ia baru saja akan duduk, ia melihat Siput berjalan.

“Siput!” kata Kancil.

“Ya, aku di sini, Kancil,” kata Siput yang berjalan di depan Kancil.

Kancil lalu berlari kencang meninggalkan siput itu. Dia mulai kehabisan tenaga ketika sampai di pohon besar yang rindang. Kancil kembali duduk untuk beristirahat. Tapi Siput datang melewatinya.

“Siput!” kata Kancil.

“Ya, aku di sini, Kancil,” begitu seterusnya yang terjadi. Hingga Kancil kelelahan dan Siput memenangkan perlombaan.

Di garis finis, Kancil mengakui kekalahannya. Sementara Siput yang memenangkan perlombaan hanya tersenyum tipis. Siput tidak merayakan kemenangan dengan berlebihan.

Demikian dongeng fabel mengenai kancil dan siput. Selamat bercerita kepada Si Kecil, Bunda.

 

[Gambas:Video Haibunda]

 

(som/som)



Sumber