Latest Post

[Berita]Kabarnya, Prananda Prabowo Gantikan Posisi MenPANRB Tjahjo Kumolo [Berita]Penderita Diabetes Waspadai Infeksi Virus BA.4 dan BA.5, Berdampak Buruk ke Jantung dan Ginjal

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

creacorridor.com, JAKARTA – Wakil Sekretaris Komisi Pengkajian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat Robi Nurhadi mengapresiasi langkah Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang melanjutkan kerja samanya dengan Al-Azhar Mesir dalam memperkuat moderatisme pelaksanaan ajaran Islam di Indonesia.

Menurutnya, Al Azhar Mesir termasuk lembaga Islam yang memiliki pengaruh kuat terhadap jaringan Islam di Indonesia, baik di kalangan para sarjana, penceramah, da’i, pimpinan pesantren serta aktivis Islam lainnya.

“Memperkuat narasi Islam yang moderat dengan Al Azhar Kairo merupakan langkah tepat. Banyak kalangan Islam berpengaruh di Indonesia yang terkoneksi ke Al Azhar. Bagus itu, perkuat saja!” kata Robi kepada wartawan, Rabu (22/6/2022).

Ia mengakui Al Azhar Kairo merupakan sentra kajian Islam yang berpengaruh di dunia.

Robi menambahkan, Al Azhar Kairo juga punya pengalaman yang panjang dalam melakukan kontra narasi terhadap penyalahgunaan narasi agama dalam terorisme yang menciptakan stigma buruk terhadap agama Islam dan pemeluknya.

“Saya mengapresiasi tindakan strategis Kepala BNPT Pak Boy Rafli Amar yang memberi perhatian terhadap hal itu. Mudah-mudahan efektif mencegah WNI untuk tidak menjadi foreign terrorist fighter,” kata Sekretaris Lakpesdam Nahdlatul (NU) Ulama, Jakarta itu.

Baca juga: BNPT Ungkap Terorisme Mengintai Kota Cirebon, Ini Penjelasannya

Robi optimistis digandengnya Al Azhar Kairo oleh BNPT bisa memberi dampak signifikan terhadap pelaksanaan Islam yang rahmatan lil alamin.

“Pak Boy ‘kan selalu menegaskan aksi terorisme tidak distigmakan dengan Muslim atau ajaran Islam, ternyata padangan ini sama dan didukung oleh delegasi Al Azhar Mesir tersebut, mudah-mudahan pertemuan ini mendapatkan momentumnya,” imbuhnya.

Sementara, Sekretaris Jenderal Hay’at Kibar Ulama Al-Azhar, Prof. Hasan Shalah Al-Shagir menjelaskan, insitiusi pendidikan di bawah Al-Azhar melakukan kontra radikalisasi melalui kurikulum moderasi beragama sejak usia dini hingga perguruan tinggi.

Sumber