Latest Post

[Berita]Razman Sindir Hotman Paris, Soal Kasus Holywings [Berita]Potret Polisi Cilik Kampanyekan Road Safety di Car Free Day Bundaran HI

Kediri (creacorridor.com) – Rumah Slamet di Dukuh Jengglong, Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri hancur diterjang tanah longsor. Beruntung, dia bisa selamat lantaran berlindung di kandang sapi.

Slamet bercerita Kamis kemarin, hujan turun sangat deras di lereng Gunung Wilis selama 3 jam mulai pukul 15.00 WIB. Di tengah hujan, Slamet menangkap tanda-tanda terjadinya longsor.

Dia langsung memberitahu istrinya. Keduanya bergegas meninggalkan rumah untuk berlindung di kandang sapi.

“Begitu turun hujan deras, saya bersama istri keluar rumah. Kami bersembunyi di kandang sapi,” kata Slamet, pada Jumat pagi (24/6/2022).

Firasat Slamet benar. Tak lama setelah berada di kandang sapi, tebing setinggi 20 meter dengan lebar 10 meter di samping rumahnya ambruk tepat menimpa rumahnya.

Setengah bangunan rumah utama ambruk. Tidak ada barang di ruang tamu maupun kamar yang bisa diselamatkan. Seluruhnya tertimbun reruntuhan.

“Barang-barang yang di ruang utama semuanya tertimpa. Sofa terkubur reruntuhan atap dan tebing serta tanah longsor,” imbuh Slamet.

Kepolisian dan TNI bersama warga membantu evakuasi barang-barang korban longsor di Mojo, Kediri (foto: Nanang Masyhari/creacorridor.com)

Petugas BPBD Kabupaten Kediri bersama Kepolisian, TNI dan relawan langsung bergerak. Petugas berusaha mengevakuasi para korban dan menyelamatkan barang-barang.

Tak selesai hingga sore, kerja bakti dilanjutkan pagi hari ini. Petugas bersama masyarakat membongkar rumah yang hanya tersisa bagian dapur dan teras samping tersebut.

Karena rumahnya dibongkar, Slamet dan keluarga terpaksa tinggal sementara di kandang sapi. Oleh warga. kandang ternak di tepi sungai itu diubah menjadi gubuk sederhana yang laik huni.

“Sementara kami tinggal di kandang sapi, sambil menunggu proses perbaikan kembali,” ucapnya.

Wakil Komandan Koramil Mojo, Peltu Barno, menjelaskan ada empat titik lokasi bencana longsor di lereng Gunung Wilis. Selain menimpa rumah, tanah longsor juga menutup sebagian bahu jalan raya menuju Kawasan Wisata Air Terjun Irenggolo dan Dolo.

“Ada empat titik longsor. Satu menimpa rumah Pak Slamet, tiga lainnya di jalan raya. Hari ini kami bersama-sama membersihkan material tanah longsor dengan kerja bakti,” imbuh Barno.

Untuk mengantisipasi longsor susulan, petugas memasang tiang penyangga di tebing yang runtuh. Petugas juga mengimbau warga tetap waspada apabila hujan deras kembali turun. [nm/beq]

Sumber