[Berita] Layanan Internet Satelit Starlink SpaceX Telah Tersedia di 32 Negara, Mana Saja?

JAKARTA, creacorridor.com – Layanan internet satelit Starlink SpaceX sekarang telah tersedia di 32 negara di seluruh dunia. Kabar ini diumumkan langsung oleh perusahaan milik Elon Musk itu di Twitter. 

Melansir Engadget, Sabtu (14/5/2022) Negara dan wilayah yang sudah bisa menggunakan layanan internet Starlink SpaceX, di antaranya adalah Australia, Brasil, Chili, AS, Kanada, dan sebagian besar negara di Eropa. 

Layanan ini terus berkembang sejak diperbarui dari versi beta tahun lalu, meski saat itu hanya bisa digunakan di 12 negara saja pada September 2021 lalu.

Peta Starlink menunjukkan area yang ditandai sebagai ‘tersedia’ (biru muda), ‘daftar tunggu’ (biru sedang) dan ‘segera hadir’ (biru tua). 

Layanan ini memiliki potensi jangkauan global pada garis lintang di bawah sekitar 60 derajat utara, tetapi ketersediaannya berdasarkan dari ketentuan suatu negara.

Diketahui layanan internet milik Elon Musk itu dipatok dengan biaya 549 dolar AS atau sekitar Rp8 jutaan sudah termasuk antena parabola, dudukan, dan router WiFi. 

Pengguna juga dapat menambahkan fitur portabilitas, sehingga mereka membawa alatnya tersebut saat bepergian, dengan biaya tambahan 25 dolar AS per bulan.

Layanan internet Starlink bukannya tanpa kontroversi. Para astronom mengeluhkan bahwa ribuan satelit di konstelasinya telah mengganggu pengamatan teleskop Bumi, dan kehilangan 40 satelit karena badai geomagnetik. 

Selain itu, lisensi Starlink di Prancis untuk sementara dibatalkan oleh regulator negara ARCEP.

Editor : Simon Iqbal Fahlevi

Dipublikasikan pada : 2022-05-14 13:59:26

Artikel Asli